
Sebuah perjalanan mata dan telinga kadang hanya berlalu begitu saja...
Melihat, mendengar, terekam sejenak lalu mengabur seiring memori yang semakin penat..
Entah sejak kapan mereka telah berada dalam lemari memori saya..
Perlahan, mereka tidak sekedar diingat, tapi dicatat..
Ditangkap dalam jepretan rana dan dituangkan dalam rangkaian kata..
Mendengar dan melihat tak akan bisa mengelana jauh tanpa kaki yang melangkah..
Namun, si kaki hanya figuran disini..
Tokoh utamanya adalah si Mata dan Telinga..
Inilah ruang baru untuk menyimpan perjalanan mata seorang Inggra Parandaru..
Ditemani oleh telinga yang kadang membantu dalam menerima kritik dan masukan..
Tentang si hati biarlah kita lupakan sejenak...
Terkadang dia tidak rasional..